
Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya, yang langsung mengirimkan tim untuk melihat kondisi sekolah tersebut.
“Terima kasih adik-adik di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o yang telah menyuarakan kondisi di sekolahnya,” tulisnya melalui akun Instagram resmi Seskab RI pada Januari lalu. “Usulan jalan keluar akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Nias, Yaatulo Gulo, mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini dengan mewajibkan guru untuk tinggal sementara di lingkungan sekolah agar tidak terhalang oleh banjir sungai yang sering terjadi.
Para guru terpaksa menempuh perjalanan jauh, bahkan harus melintasi sungai sebanyak 13 kali dan berjalan kaki sejauh 8,5 kilometer untuk sampai ke sekolah.
“Ada lima guru ASN di sekolah itu, empat di antaranya tinggal di luar desa,” kata Bupati Yaatulo Gulo.
Dengan adanya pembangunan rumah dinas ini, diharapkan para guru dapat tinggal lebih dekat dengan sekolah, sehingga mereka bisa mengajar dengan lebih optimal tanpa terhambat oleh perjalanan yang sulit.
Ke depan, diharapkan kondisi ini bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedalaman Nias, sekaligus memastikan siswa di SDN 078481 Uluna’ai Hiligo’o mendapatkan pendidikan yang lebih baik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















