
BOGORTODAY.COM – Setelah sempat viral karena kondisi sekolah yang tidak memiliki guru selama lebih dari sebulan, SDN 078481 Uluna’ai Hiligo’o di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, kini mendapatkan perhatian serius.
Para prajurit TNI dari Kodim 0213/Nias bersama warga setempat bahu-membahu membangun sebuah rumah dinas atau mess bagi para guru yang bertugas di sekolah tersebut.
Pembangunan rumah dinas ini diharapkan dapat menjadi solusi agar para guru dapat lebih fokus mengajar tanpa terganggu kendala perjalanan yang jauh dan sulit.
Menurut Serka Erifati Harefa dari Penerangan Satuan Kodim 0213/Nias, pembangunan rumah dinas tersebut merupakan kerjasama antara pihak TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Iya benar, bersama pemerintah daerah. Pembangunan mess guru SDN 078481 Uluna’ai Hiligo’o di Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo,” ungkapnya, Kamis (20/2/2025).
Proses pembangunan sudah dimulai dengan pembersihan lokasi dan pengangkutan bahan material. Bahkan, dalam beberapa kasus, bahan bangunan diangkut dengan cara dipikul ke lokasi yang berada di pedalaman tersebut.
“Ini kami sedang melakukan tahap awal pendirian di lokasi,” tambah Serka Erifati sambil menunjukkan rekan-rekannya yang sedang bekerja.
Sebelumnya, sekolah ini sempat menjadi sorotan media sosial setelah seorang siswa merekam kondisi sekolah yang tidak memiliki guru selama lebih dari sebulan.
Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya, yang langsung mengirimkan tim untuk melihat kondisi sekolah tersebut.
“Terima kasih adik-adik di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o yang telah menyuarakan kondisi di sekolahnya,” tulisnya melalui akun Instagram resmi Seskab RI pada Januari lalu. “Usulan jalan keluar akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Nias, Yaatulo Gulo, mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini dengan mewajibkan guru untuk tinggal sementara di lingkungan sekolah agar tidak terhalang oleh banjir sungai yang sering terjadi.
Para guru terpaksa menempuh perjalanan jauh, bahkan harus melintasi sungai sebanyak 13 kali dan berjalan kaki sejauh 8,5 kilometer untuk sampai ke sekolah.
“Ada lima guru ASN di sekolah itu, empat di antaranya tinggal di luar desa,” kata Bupati Yaatulo Gulo.
Dengan adanya pembangunan rumah dinas ini, diharapkan para guru dapat tinggal lebih dekat dengan sekolah, sehingga mereka bisa mengajar dengan lebih optimal tanpa terhambat oleh perjalanan yang sulit.
Ke depan, diharapkan kondisi ini bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedalaman Nias, sekaligus memastikan siswa di SDN 078481 Uluna’ai Hiligo’o mendapatkan pendidikan yang lebih baik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















