Hukuman Dinilai Terlalu Ringan, Orang Tua Korban Pemukulan di Laga Basket Kecewa

BOGORTODAY.COM – Kasus pemukulan dalam pertandingan basket di Kota Bogor menuai sorotan tajam dari orang tua korban, Alfath Tauhid. Ia menilai sanksi berupa larangan bermain basket selama satu tahun di Kota Bogor serta skorsing dari pihak sekolah selama tujuh hari terlalu ringan.

Alfath menyoroti bahwa larangan bermain hanya di Kota Bogor masih membuka peluang bagi pelaku untuk tetap berpartisipasi di wilayah lain. Oleh karenanya, ia mengusulkan agar hukuman diperluas hingga mencakup wilayah Jawa Barat atau bahkan Pulau Jawa.

Tujuannya, kata Alftah untuk memberikan efek jera yang lebih kuat serta menjadi pelajaran bagi para atlet muda agar lebih menjunjung tinggi sportivitas.

Menurut Alfath, skorsing dengan durasi singkat seperti itu tidak sebanding dengan dampak psikologis yang dialami putranya. Ia menegaskan bahwa hukuman yang lebih berat harus diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

“Meski permintaan maafnya kami terima dengan sangat lapang dada, tapi kami memohon ada peninjauan ulang terhadap aturan ini karena berkaitan dengan efek jera,” ungkap Alftah, Sabtu (22/2/2025).

Sejauh ini, Perbasi Kota Bogor dan pihak sekolah masih mempertahankan keputusan sanksi yang telah ditetapkan. Namun, desakan dari keluarga korban serta masyarakat luas membuka ruang diskusi lebih lanjut mengenai perlunya revisi regulasi terkait tindakan kekerasan dalam dunia olahraga.

Di sisi lain, Alfath mengapresiasi pihak-pihak yang telah memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Meskipun demikian, ia tetap berharap adanya kejelasan lebih lanjut mengenai langkah lanjutan yang akan diambil pihak berwenang.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

“Kami apresiasi semua pihak yang telah memfasilitasi mediasi ini, tetapi kami tetap menunggu kejelasan terkait hukuman yang diminta agar benar-benar memberikan efek jera,” tuturnya.

Seperti diketahui, insiden pemukulan terjadi saat berlangsungnya pertandingan basket antarsekolah di Kota Bogor.

Dalam peristiwa tersebut, seorang siswa mengalami tindak kekerasan dari lawannya yang berujung pada reaksi luas dari masyarakat, khususnya keluarga korban.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Kota Bogor dan pihak sekolah yang menaungi pelaku. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================