
Anwar Noor, Humas Yayasan Dapur Umum yang menjalankan program MBG, menjelaskan bahwa setiap menu yang disalurkan ke sekolah-sekolah melalui program ini telah diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelum disalurkan, sampel makanan tersebut juga diuji terlebih dahulu.
“Kami akan mengevaluasi menu makanan program MBG ini agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” kata Anwar.
Saat ini, sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan telah diserahkan kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pandeglang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang berharap hasil pemeriksaan dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyebab kejadian ini.
Pihak sekolah dan Yayasan Dapur Umum berjanji untuk terus mengawasi kualitas makanan yang diberikan kepada siswa agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















