Pancasila dan Toleransi: Pesan Asep Wahyuwijaya dalam Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia

Asep Wahyuwijaya

BOGORTODAY.COM Pancasila sebagai rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki peran yang amat penting untuk membentuk karakter warganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Asep Wahyuwijaya, anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem daerah pemilihan Kabupaten Bogor menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa pada

acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di hadapan para ustadz, ustadzah dan pengurus kelompok-kelompok pengajian majelis taklim yang ada di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, 24 Februari 2025.

Dalam ajaran Islam pun keharusan bagi ummatnya agar senantiasa toleran dengan penganut agama lain itu amat tegas dalilnya, ucap legislator yang pernah mondok di Ponpes Al-Aulia, Bogor ini.

Para Ustadz yang suka menjadi imam pada saat shalat berjamaah pasti ada yang suka membaca Surat AlKafirun setelah surat Al-Fatihah pada rakaat pertamanya, ujar Kang AW.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Nah, di dalam surat Al-Kafirun atau Qulyaa itu semua ayatnya berisi ketentuan bagi ummat Islam untuk toleran dalam masalah ibadah.

Di dalam firman Allah Swt itu pula dijelaskan tentang keniscayaan adanya ajaran agama yang berbeda-beda sehingga masing-masing penganutnya dipersilakan untuk menjalaninya sesuai dengan keyakinan ajaran agamanya tanpa harus saling mengganggu.

Semangat agar umat Islam dituntut agar toleran terhadap umat yang berbeda agama dan keyakinan adalah keniscayaan yang harus kita praktekan dalam keseharian kita.

Jadi jangan pernah membenturkan nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila yang ada pada Pancasila dengan ajaran agama Islam, ujar anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem jebolan Unpad-Bandung ini.

Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai rumusan sila pertama Pancasila yang menjadi salah satu pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia memiliki nilai-nilai yang menegaskan bahwa bangsa Indonesia itu sesungguhnya bangsa yang religius dan menolak paham anti-Tuhan atau atheisme.

BACA JUGA :  Sambut Liburan Sekolah, Swiss-Belresort Dago Bandung Luncurkan Program SBEC Juniors dan Maskot Baru 'Bella

Negara pun melindungi kemerdekaan bagi setiap penduduk Indonesia untuk memeluk agamanya masing-masing serta untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya, papar pria yang akrab dipanggil Kang AW ini.

Para kyai, ustadz, ustadzah sebagai pimpinan kelompok pengajian di masing-masing majelis taklim memiliki peran yang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya merawat semangat toleransi kepada masing-masing jamaahnya agar kerukunan di antara sesama warga meskipun berbeda keyakinan sekalipun dapat senantiasa terjaga, pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================