
Novi sendiri dikabarkan menerima keputusan tersebut dan mengakui bahwa dirinya telah melanggar aturan yang berlaku di sekolah. “Secara pribadi, Mbak Novi menerima karena memang mengakui melanggar aturan,” tambah Eti.
Staf Tata Usaha SDIT Mutiara Hati, Ali Prayoga, yang juga mengenal Novi, mengatakan bahwa Novi adalah sosok guru yang baik dan disenangi oleh siswa. “Orangnya baik dan dikenal baik oleh guru-guru maupun orang tua siswa di sini,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, turut memberikan respons atas pemberhentian Novi.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di sela-sela kegiatan retreat kepala daerah di Magelang, Fahmi menyatakan bahwa Pemkab Purbalingga terbuka untuk menerima Novi jika ia ingin melanjutkan kariernya sebagai pengajar di Kabupaten Purbalingga.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga. Berkaitan isu yang sedang viral di berbagai platform media sosial, saya dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika berkenan untuk mengabdi di sekolah Kabupaten Purbalingga. Insya Allah, saya siap menerima dan mensupport,” kata Fahmi dalam pernyataannya yang dikutip dari akun X @Bang Gatse, Minggu (23/2/2025).
Kejadian ini menambah sorotan terhadap hubungan antara nilai-nilai agama dalam pendidikan dan kebebasan individu, serta menimbulkan berbagai pendapat di kalangan masyarakat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















