SMPS Mardi Waluya Skorsing Siswa Pelaku Pemukulan di Pertandingan Basket

SMPS Mardi Waluya Skoring Siswa Pemukulan Pada Pertandingan Basket
SMPS Mardi Waluya Saat Lakukan Conference Kasus Pemukulan dalam Pertandingan Basket. Senin (24/2/2025). Rifki/bogortoday

BOGORTODAY. COMSMPS Mardi Waluya resmi memenuhi tuntutan orang tua siswa korban pemukulan dalam pertandingan basket di Kota Bogor pada Senin (17/2/2025) lalu. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar, Senin (24/2/2025).

Kepala Sekolah SMPS Mardi Waluya, Rina Astuti, menyatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi skorsing selama 30 hari kepada pelaku. Selain itu, siswa tersebut juga dikeluarkan secara permanen dari tim basket sekolah.

BACA JUGA :  Maknai Idul Adha, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Dorong Penguatan Nilai Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial

“Sanksi yang diberikan adalah skorsing selama 30 hari dengan teguran keras. Pelaku juga tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket selama masih menjadi peserta didik di SMP Mardi Waluya,” ujar Rina.

Selama masa skorsing, pihak sekolah memastikan pelaku mengikuti program pembinaan karakter yang mencakup pelatihan emosional, psikologis, dan pembinaan lebih mendalam.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Rina juga mengimbau orang tua pelaku untuk bekerja sama dengan sekolah dan psikolog dalam membantu anak mengelola emosi dengan lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk berkoordinasi secara intensif dengan pihak keluarga agar hasil pembinaan dapat diterapkan secara optimal,” tutupnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================