
Tak hanya pabrik, angin kencang juga merusak atap rumah warga dan beberapa bangunan di sekitar Terminal Bus Penggung, Ceper. Atap teras pertokoan dan sejumlah warung kaki lima yang ada di area tersebut juga ikut rusak.
Warga Desa Jambu Kulon, Atik, mengungkapkan rasa takutnya saat kejadian. “Ngeri sekali, anginnya sangat kencang sampai genting-genting rumah pada terbang,” ujarnya.
Camat Ceper, Supardiyono, menyampaikan bahwa ada tiga desa di wilayahnya yang terkena dampak dari angin kencang ini. “Namun, yang paling parah adalah di Desa Jambu Kulon,” kata Supardiyono.
Pemerintah setempat bersama tim tanggap darurat masih melakukan pendataan dan membantu warga yang terdampak, baik dengan memberikan bantuan darurat maupun memulai perbaikan infrastruktur yang rusak.
Sementara itu, warga dan pihak berwenang diharapkan tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















