Nunung Ceritakan Keputusan Berat Menjual Aset dan Tinggal di Kos Bersama Suami

Nunung juga berbagi kabar baik mengenai kondisi keluarganya di Solo. Setelah membuka warung makan yang bernama SONGOSENG by Mami Nunung, kehidupan keluarga Nunung di Solo mulai lebih tertata.

Warung makan tersebut dijalankan oleh anggota keluarga yang bisa memasak, dan kini sudah berjalan dengan lancar.

“Sebetulnya sekarang itu sudah lebih enak, mereka sudah lebih tertata,” kata Nunung dengan bahagia. Meskipun kehidupannya lebih tenang, Nunung masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan berobat.

“Saya kepengin gitu (menikmati masa tua), tapi kan saya butuh berobat. Saya mau menikmati masa tua, meninggalkan karier saya di dunia entertainment saya sebenarnya udah siap sama suami, tapi kan saya butuh berobat. Kalau saya nggak cari uang siapa yang mau cariin?” ungkap Nunung, menandakan bahwa meskipun dia ingin menikmati masa tua, kebutuhan berobat membuatnya harus terus bekerja keras.

BACA JUGA :  Hari Tasyrik: Keutamaan, Makna, dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam

Suami yang Selalu Mendukung

Iyan Sambiran, suami Nunung, mengungkapkan bahwa ia sudah memahami sepenuhnya keputusan istrinya.

Menurut Iyan, ia merasa bahwa sejak awal menikah dengan Nunung, ia sudah siap dengan segala konsekuensinya, terutama terkait dengan keluarga besar Nunung yang menjadi prioritas.

“Dari awal pertama kali kenal saya mempelajari dulu keluarganya di dalam, oh begini, begitu, ini konsekuensi saya nikah sama dia. Setelah berjalan sampai sekarang alhamdulillah syukuri saja,” ungkap Iyan dengan bijak.

Ia merasa bahwa tanggung jawab terhadap keluarga besar Nunung adalah hal yang harus didahulukan, meski kehidupan rumah tangga mereka sendiri tetap penting.

Menjaga Keluarga

Nunung dan Iyan memang telah banyak melewati tantangan bersama, dan mereka kini berusaha untuk terus menjaga keharmonisan dalam keluarga.

Meskipun mereka harus tinggal di kos dan mengurangi gaya hidup mereka, Nunung menegaskan bahwa yang paling penting adalah kebahagiaan dan kesehatan keluarga mereka.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

“Ya sebetulnya saya kepengin hidup sama keluarga guyub, nggak bisa pisah sama keluarga. Sekarang keadaannya yang nggak bisa. Kadang saya pulang, bilang ke suami, ‘Capek aku. Capek pikiran’. Aku alhamdulillah nggak pernah capek tenaga, tapi capek pikiran,” cerita Nunung, yang mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapinya.

Melalui cerita ini, Nunung menunjukkan betapa besar pengorbanan dan perjuangan seorang ibu untuk keluarganya. Keputusannya untuk menjual aset dan tinggal di kos, meskipun berat, adalah salah satu cara dia mengatasi kesulitan hidup demi kesehatan dan kebahagiaan keluarganya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================