Investasi di Kota Bogor Terus Tumbuh, Naik Rp300 Miliar di Tahun 2024

DPMPTSP Kota Bogor terus berupaya mencapai target Investasi. (Foto Ilustrasi: Dok. Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Investasi di Kota Bogor menunjukkan tren positif yang terus meningkat setiap tahunnya, dengan realisasi investasi mencapai Rp1,9 triliun di tahun 2023 dan meningkat sekitar Rp300 miliar di tahun2024.

“Realisasi (investasi) tahun 2024 lebih tinggi dari pencapaian dari tahun 2023, walaupun memang tidak secara signifikan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Atep Budiman, Kamis (27/2/2025).

Menurut Atep, pihaknya akan memperkuat dan memperluas program-programnya tahun ini agar dapat memenuhi target investasi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Jadi disamping ekstensifikasi para pelaku usaha sesuai kategori LKPM juga intensifikasi yang sudah rutin membuat laporan. Karena dalam perjalanan regulasi itu dinamis, seperti cara-cara membuat laporan yang harus disempurnakan lagi hingga bicara omset masih ada komponen yang belum masuk, ditambah OSS juga improvisasi terus menyempurnakan caranya melalui online sistem,” paparnya.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

Ia pun mengungkapkan, sebenarnya investasi di Kota Bogor lebih banyak dari yang dicapai tahun ini, hanya saja tidak semua pelaku usaha yang wajib Lapor Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) memahami cara menyusun laporan tersebut.

“Kami tetap menjaring terus potensi itu. Jika tahun lalu melalui bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) ada kegiatan dan mengundang pelaku usaha untuk dilatih atau diberikan pemahaman terkait pelaporan LKPM,” ungkapnya.

Namun, Atep melanjutkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan sedikit berkurang pada tahun ini karena adanya program efisiensi dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kendati demikian, ia memastikan hal tersebut tidak menyurutkan DPMPTSP Kota Bogor untuk terus berupaya agar mencapai target investasi .

“Kami di DPMPTSP yang penting target tahunan bisa tercapai, upayanya melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pelaku usaha yang wajib LKPM. Secara kuantitas tambah dan secara kualitas pun harus bertambah,” katanya.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Ia menyampaikan ada wacana untuk sektor UMKM akan dijadikan bagian angka investasi, karena faktanya walaupun nilainya tidak sebesar pelaku usaha menengah besar, jika diakumulatif para pelaku UMKM di Kota Bogor banyak juga.

“Cuman memang kebijakan pemerintah pusat sampai saat ini untuk UMKM belum menjadi bagian daripada penghitungan nilai investasi di kabupaten kota di Jawa Barat maupun se-Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya tetap akan melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM dalam konteks tertib perizinan berusaha, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sehingga pada saat sektor UMKM menjadi bagian pelaku usaha yang melaporkan LKPM di Online Single Submission (OSS) sudah memiliki datanya.

“Sekarang juga ada Smart Merapat untuk menjaring pelaku usaha kecil untuk membuat NIB di kelurahan dan kecamatan. Target NIB tahun lalu mencapai 110 persen, ada 21 ribu pelaku usaha yang mendaftar NIB,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================