
Alhamdulillah menurut penulis, hukuman dari pihak sekolah dan PERBASI sudah tepat dan bersifat mendidik untuk pelaku kekerasan tersebut.
Karena hukumannya tidak sampai ranah pidana, karena sebelumnya sudah diadakan mediasi dan musyawarah antara pihak sekolah, orang tua baik dari pihak pelaku maupun korban. dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Dengan hukuman yang bersifat mendidik ini, pelaku kekerasan masih ada kesempatan untuk menjadi pemain bola basket yang baik, bahkan pemain profesional untuk masa yang akan datang.
Selama hukuman dua tahun pelaku tidak boleh bermain bola basket, bisa digunakan untuk instrospeksi, melatih untuk bisa mengendalikan emosi, berlatih fisik, berlatih kesabaran, bisa membaca biografi pemain bola basket yang terkenal dan sukses baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Yang jelas banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini, yaitu:
Kita sebagai orang tua harus lebih banyak mengajarkan dan memberi teladan tentang ajaran kasih sayang, sportivitas, siap untuk menang dan kalah dalam suatu pertandingan atau perlombaan, tidak main curang dan kasar.
Atau menerapkan ajaran rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam). Ya kita harus bersikap kasih sayang terhadap sesama manusia, flora, fauna dan lingkungan kita. Jayalah Indonesiaku.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















