Mengapa Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Mengapa Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa? Ini Penjelasannya

BOGORTODAY.COM Puasa selama bulan Ramadan seringkali dianggap sebagai kesempatan untuk menurunkan berat badan. Dengan jeda makan selama 10-13 jam, banyak orang berpikir puasa bisa membantu menurunkan berat badan secara alami.

Namun, kenyataannya, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan puasa.

Meskipun puasa itu sendiri tidak salah, beberapa faktor terkait pola makan, jumlah asupan, dan kondisi tubuh bisa menjadi penyebabnya.

Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa berat badan bisa naik saat puasa:

  1. Makanan Tinggi Gula

Takjil yang manis memang menjadi hidangan favorit saat buka puasa. Kolak, gorengan, teh manis, dan biji salak adalah beberapa pilihan takjil yang menggoda.

Makanan dan minuman tinggi gula memang memberikan energi cepat yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa seharian. Namun, seringkali konsumsi gula berlebihan bisa berisiko bagi berat badan.

Saat tubuh menerima gula dalam jumlah banyak, insulin dilepaskan untuk mengatur kadar gula darah. Insulin juga berfungsi untuk menimbun lemak di tubuh. Jika konsumsi gula berlebihan, insulin yang berlebihan akan menyebabkan penimbunan lemak yang membuat berat badan naik.

  1. Porsi Makan yang Terlalu Besar
BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Saat berbuka puasa, seringkali kita merasa sangat lapar setelah berjam-jam tidak makan atau minum. Karena rasa lapar yang besar, banyak orang cenderung makan dengan porsi yang berlebihan.

Begitu juga saat sahur, beberapa orang cenderung makan banyak karena merasa harus memenuhi energi untuk bertahan sepanjang hari. Porsi yang besar, ditambah dengan jenis makanan yang kurang sehat, bisa menyebabkan kalori berlebih yang disimpan tubuh sebagai lemak.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Banyak orang merasa malas bergerak atau berolahraga saat puasa karena khawatir akan merasa haus atau lapar. Padahal, meskipun jam makan berubah, tubuh tetap membutuhkan pembakaran kalori agar berat badan tetap terjaga.

Aktivitas ringan, seperti menyapu rumah, jalan-jalan kecil, atau membersihkan rumah, bisa membantu tubuh tetap aktif dan mencegah penumpukan kalori. Minimnya aktivitas fisik bisa membuat kalori yang masuk tidak terbakar dengan optimal, yang akhirnya berkontribusi pada kenaikan berat badan.

  1. Stres
BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Stres selama puasa bisa menjadi faktor lain yang menyebabkan kenaikan berat badan. Ketika seseorang merasa stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol.

Kortisol berfungsi untuk memberi sinyal kepada tubuh untuk mengisi kembali energi, meskipun seseorang belum banyak membakar kalori.

Stres juga membuat banyak orang cenderung mencari makanan manis, asin, atau berlemak sebagai cara untuk meredakan ketegangan. Kelebihan konsumsi makanan tersebut, terutama saat puasa, bisa menyebabkan peningkatan berat badan.

Meskipun puasa pada dasarnya adalah cara yang baik untuk membersihkan tubuh dan melatih pengendalian diri, pola makan yang salah, porsi berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan stres bisa menjadi penyebab berat badan naik.

Agar puasa tetap memberi manfaat, perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, jaga porsi makan, tetap bergerak meskipun ringan, dan kelola stres dengan cara yang sehat. Dengan begitu, puasa akan lebih bermanfaat untuk tubuh, dan berat badan pun tetap terjaga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================