Ribuan Karyawan PT Sritex Tbk Sukoharjo Sambut Hari Terakhir Bekerja Usai Perusahaan Dinyatakan Pailit

BOGORTODAY.COM – Hari terakhir bagi ribuan karyawan PT Sritex Tbk di Sukoharjo untuk bekerja setelah perusahaan tersebut dinyatakan pailit, pada Jumat (28/02/2025).

Pada hari itu, suasana di PT Sritex terlihat penuh emosi dan kenangan saat para karyawan mengemasi barang-barang mereka dan saling mengucapkan perpisahan, baik dengan rekan kerja maupun pimpinan perusahaan.

Ribuan karyawan tampak meninggalkan pabrik, mengenakan seragam biru muda yang penuh coretan tanda tangan dari sesama karyawan dan pimpinan.

Beberapa dari mereka bahkan berfoto bersama di depan gerbang utama PT Sritex, mengenang hari-hari terakhir mereka di perusahaan yang telah lama menjadi tempat bekerja. “Lulus, lulus,” teriak beberapa karyawan sambil berjalan meninggalkan PT Sritex.

Sri Kuncoro, salah seorang karyawan, mengungkapkan perasaannya. “Tanda tangan banyak, dari pimpinan dan teman-teman,” ujarnya.

Sri menambahkan bahwa dirinya kini menunggu perkembangan informasi terkait pencairan pesangon dan jaminan hari tua (JHT). Meski belum mendapat pekerjaan baru, dia berencana untuk fokus menjalankan usaha kecil yang dimilikinya di rumah.

“Informasinya banyak PT lain yang membuka lowongan, ya semoga pemerintah punya solusi dan teman-teman bisa bekerja kembali,” harapnya.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Karyawan lainnya, Karwi Mardiyanto, juga menyampaikan perasaannya. Ia mengatakan bahwa hari itu hanya sekadar perpisahan, tanpa ada aktivitas produksi di PT Sritex.

Seragam Karwi pun penuh dengan coretan, yang menurutnya adalah bentuk apresiasi dan kenangan selama bekerja di perusahaan tersebut.

“Sedih pasti, tapi tetap harus diterima. Tapi ada nilai plusnya, ini kan mau Ramadan, mungkin kita disuruh fokus Ramadan. Intinya saya percaya kepada Yang di Atas, kalau ada rezeki lain, insya Allah ada jalan,” kata Karwi, yang telah bekerja di PT Sritex selama 17 tahun.

Meski merasa berat, Karwi tetap tegar menghadapi kenyataan. “Hari ini hanya perpisahan saja, tidak ada aktivitas sama sekali. Terakhir bekerja hanya kemarin,” tuturnya.

Karwi juga menambahkan bahwa pada hari terakhir bekerja, banyak karyawan yang menangis, namun hari itu mereka sudah lebih tegar. Ia berharap agar pencairan JHT dan pesangon segera dilaksanakan. “JHT difokuskan bulan Maret. Pesangon masih menunggu asetnya terjual,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, mengonfirmasi bahwa karyawan PT Sritex telah diputuskan untuk di-PHK pada 26 Februari 2025, dan hari terakhir bekerja adalah pada 28 Februari 2025. Sementara itu, perusahaan akan resmi tutup pada 1 Maret 2025.

“Setelah dilakukan perundingan, sudah menemui titik temu. Yang intinya PHK, setelah diputuskan tanggal 26 Februari PHK, namun untuk bekerja sampai tanggal 28, sehingga off tanggal 1 Maret. Puasa awal sudah berhenti total (PT Sritex) ini jadi kewenangan kurator,” kata Sumarno dalam keterangan yang diberikan kepada media.

PT Sritex, yang merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, terpaksa menghentikan operasionalnya setelah dinyatakan pailit. Sekitar 8.400 karyawan perusahaan tersebut terkena dampak PHK.

Setelah pemutusan hubungan kerja ini, urusan terkait gaji dan pesangon menjadi tanggung jawab kurator, sementara jaminan hari tua (JHT) menjadi kewenangan BPJS Ketenagakerjaan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================