LEVEL PUASA KITA, TERMASUK LEVEL YANG MANA?

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

PEMERINTAH menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Kita juga bersyukur, pada tahun ini tidak ada perbedaan dalam penetapan awal puasa ramadan baik antara pemerintah, organisasi masyarakar (Ormas) terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Setiap tahun kita melaksanakan ibadah puasa ramadan, tapi apakah otomatis mutu atau level puasa kita terus naik, atau tetap, bahkan tambah menurun?. Maka penulis mencoba menulis opini kali ini dengan judul “Level Puasa, Kita Termasuk Level Yang Mana?”.

Menurut ulama besar Imam Ghazali membagi puasa dalam 3 level, yaitu: puasa puasa umum, puasa istimewa dan puasa yang paling istimewa. Baik kita bahas satu persatu

BACA JUGA :  NASA Umumkan Kru Artemis III, Langkah Baru Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan

Level ke 1 yaitu puasa umum adalah puasa yang dilaksanakan oleh orang awam atau kebanyakan orang. Puasa ini pelakunya menjaga perut dari masuknya makanan dan minuman serta menjaga kemaluan dari syahwat.

Puasa dengan level paling rendah ini, puasa tapi belum bisa mengendalikan hawa nafsunya dan urusannya hanya masalah perut saja.

Puasa, tapi masih bohong, puasa tapi masih suka menyontek, puasa tapi masih suka ngerumpi, puasa tapi masih suka pacaran, puasa tapi masih menipu, puasa tapi masih suka ngembat uang rakyat alias mega korupsi, yaitu korupsi trilyunan rupiah.

Level ke 2 yaitu puasa istimewa adalah puasa selain menjaga perut dan syahwat, juga menjaga telinga, mata, lisan, tangan dan kaki serta anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa. Puasa level ini mutunya sudah benar dan bagus sesuai dengan syariat Islam.

BACA JUGA :  Bangunan Cagar Budaya Denkesyah Bogor Mulai Direstorasi Pasca-Kebakaran, Pemkot Kucurkan Rp3,7 Miliar

Puasa juga rajin shalat berjamaah di masjid, puasa tambah dermawan, puasa tetap produktif saat bekerja, puasa tambah rajin membaca Al Qur’an dan puasa tetap istiqomah melakukan amal soleh. Puasa level ini biasanya dilakukan oleh orang-orang shalih.

Level ke 3 yaitu puasa yang paling istimewa adalah puasa yang menjaga hati dari perasaan tercela dan pemikiran duniawi yang kotor, menjaga hati dari semua perkara selain Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung.

Puasa ini menjauhi perkara-perkara duniawi yang tidak ada hubungannya dengan akhirat. Puasa ini dilakukan para nabi dan auliya’. Al-ulama’ (orang-orang yang berilmu) yang mengamalkan ilmunya itu, mereka adalah auliya’.”

Kemudian pertanyaannya, kita termasuk level yang mana, hanya diri kita yang bisa menjawabnya. Jayalah Indonesiaku.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================