Angin Puting Beliung Terjang Desa Kramat, Grobogan: Puluhan Rumah Rusak, Satu Rumah Roboh

Angin Puting Beliung Terjang Desa Kramat, Grobogan: Puluhan Rumah Rusak, Satu Rumah Roboh

BOGORTODAY.COM Angin puting beliung menerjang Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu (2/3/2025) petang.

Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Bahkan, salah satu rumah warga roboh, sementara rumah lainnya terangkat dan berpindah posisi akibat kekuatan angin yang sangat kuat.

Rumah yang ambruk adalah milik Mbah Suparmin, seorang warga Desa Kramat. Seluruh bangunan rumahnya rata dengan tanah, merusak isi rumah.

Beruntung, Mbah Suparmin bersama istrinya selamat karena saat kejadian mereka sedang berada di rumah lain yang berdekatan dengan rumah yang roboh.

Selain rumah yang rusak, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut juga menyebabkan pohon raksasa tumbang, menimpa atap rumah warga.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Pada Senin (3/3/2025) pagi, pemilik rumah yang terdampak bersama warga setempat bergotong-royong membersihkan batang pohon besar menggunakan gergaji mesin.

Salah satu warga, Wiwik, menceritakan pengalaman dramatis saat angin puting beliung melanda.

“Terdengar suara gemuruh dari arah utara, belum sempat keluar, tiba-tiba rumah yang terbuat dari kayu jati ini terangkat oleh angin puting beliung hingga posisinya bergeser,” ujarnya.

Meskipun kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Warga segera bergotong-royong untuk membersihkan puing-puing rumah Mbah Suparmin yang rata dengan tanah.

Beberapa rumah lainnya juga mengalami pergeseran hingga setengah meter akibat terjangan angin kencang.

Perangkat Desa Kramat, dipimpin oleh Kepala Dusun Kramat, Margito, segera mendata kerusakan dan melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan.

BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

“Perangkat desa sudah mendata dan melaporkan kejadian ini ke pemerintah daerah,” kata Margito.

Selain itu, aliran listrik di desa tersebut juga dipadamkan sementara karena banyak kabel yang tertimpa pohon tumbang.

Meski kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, warga di desa tersebut tetap bersemangat untuk memperbaiki rumah mereka dengan gotong royong.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam, serta perlunya upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak kerusakan dan korban jiwa.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================