
Informasi terakhir yang diterima, jenazah Lilie telah dibawa turun ke base camp pada sore hari dan kemudian diterbangkan ke rumah sakit di Timika menggunakan helikopter. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan.
Lilie, yang berprofesi sebagai desainer, berasal dari Malang dan lahir pada 2 Oktober 1965. Ia tinggal di Jalan Mochamad Ramdhan, Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Di Instagram, Lilie dikenal dengan akun La Belle Femme (LBF), yang menurut FH berarti “Sri Pohaci” dalam bahasa Sunda.
FH mengenang Lilie sebagai sosok pejuang yang selalu mengejar cita-cita hingga tercapai.
“Hampir apa pun, jika punya sesuatu yang dia pikir bisa dicapai, itu akan dikejar. Dia pejuang banget. Saya pun belajar dari dia dalam hal yang seperti ini,” kenang FH dengan penuh haru.
Selain Lilie, insiden ini juga merenggut nyawa seorang pendaki lainnya, Elsa Laksono, sementara tiga pendaki lainnya, Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni, berhasil selamat meskipun mengalami hipotermia.
Cuaca buruk yang ekstrem di atas gunung dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut menyebabkan pendaki-pendaki ini terjebak dalam kondisi yang sangat berbahaya.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat tentang betapa ekstrem dan berbahayanya pendakian di gunung-gunung tinggi, terutama dengan cuaca yang bisa berubah drastis.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan Lilie selalu dikenang sebagai seorang pejuang yang tidak pernah menyerah dalam mengejar impiannya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















