
“Sebagai tindak lanjut, kami menyepakati perlunya penyusunan roadmap dan estimasi kapasitas produksi.
Hal tersebut akan dijadikan pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam pemberian dukungan kepada Eramet sebagai upaya pengembangan ekosistem nikel di Indonesia,” jelas Airlangga.
Tak hanya itu, Eramet juga menunjukkan dukungannya terhadap percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), yang merupakan kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi dan perdagangan Indonesia, khususnya dengan Prancis, yang juga menjadi salah satu mitra dagang utama.
“Komitmen bersama antara Indonesia dan Eramet adalah dapat membangun kemitraan yang kuat dalam mempercepat transformasi industri hijau Indonesia serta mendukung rantai pasok global,” tutup Airlangga.
Langkah ini dipandang sebagai salah satu bentuk konkret dari kerjasama internasional dalam mempercepat transisi ke ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan kapasitas industri Indonesia dalam sektor energi terbarukan dan manufaktur yang berkelanjutan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















