BOGORTODAY.COM – Maag dan asam lambung seringkali dianggap sebagai kondisi yang sama karena keduanya berkaitan dengan masalah pencernaan dan menyebabkan perut tidak nyaman.
Namun, meskipun keduanya terkait dengan asam lambung, keduanya memiliki perbedaan yang perlu dipahami agar pengobatannya tepat sasaran.
Menurut guru besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RS Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, ada beberapa perbedaan signifikan antara maag dan penyakit asam lambung, terutama dalam hal rasa sakit dan gejala yang dialami penderita.
Maag: Gangguan pada Dinding Lambung
Maag adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika ada kerusakan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung berlebih. Kondisi ini menyebabkan sensasi nyeri pada lambung yang sering terasa perih, terutama setelah makan atau saat malam hari.
Gejala maag biasanya terjadi di bagian lambung, dan meskipun dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, cairan lambung tidak naik ke kerongkongan.
Gejala maag antara lain:
- Sensasi terbakar di usus atau area antara pusar dan tulang dada, terutama saat makan atau malam hari.
- Kembung dan sering bersendawa.
- Mual dan muntah.
- Perut terasa nyeri atau tidak nyaman, terutama dua hingga tiga jam setelah makan.
- Terdapat darah di feses, yang dapat menandakan adanya perdarahan di saluran pencernaan.
Asam Lambung (GERD): Asam Lambung Naik ke Kerongkongan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















