BOGORTODAY.COM – Banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, pada Kamis (6/3/2025) sore.
Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, yang menyebabkan Sungai Kalibanteng meluap dan masuk ke pemukiman warga.
Banjir bandang yang terjadi secara mendadak ini sempat terekam oleh salah seorang warga dan video tersebut beredar di media sosial, khususnya Instagram.
Dalam postingan yang diunggah oleh akun @banjarnegaraterkini, disebutkan bahwa kejadian banjir bandang ini berlangsung di Desa Sirukem pada sore hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo, membenarkan kejadian banjir bandang di Desa Sirukem.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibening sejak siang hari mengakibatkan debit air di Sungai Kalibanteng meningkat dan meluap, sehingga menerjang permukiman warga.
“Ini akibat hujan deras sejak siang di wilayah Kecamatan Kalibening yang mengakibatkan air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga,” jelas Andri saat ditemui di kantor BPBD Banjarnegara, Kamis petang.
Andri juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Banjir yang terjadi cukup singkat, hanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya surut. Meski demikian, pihak BPBD tengah menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini.
“Untuk korban jiwa tidak ada, banjirnya sangat singkat, beberapa menit sudah langsung surut. Namun untuk kerugian masih kami data jumlahnya,” tambah Andri.
Selain banjir bandang, bencana ini juga menyebabkan kerusakan lainnya di Kecamatan Kalibening dan Kecamatan Karangkobar.
Di dua kecamatan tersebut, terdapat empat titik bencana yang terjadi akibat hujan deras, termasuk sebuah jembatan penghubung antar kecamatan yang putus diterjang banjir.
“Ada 4 titik di 2 Kecamatan, yakni di Kecamatan Kalibening dan Karangkobar. Selain banjir bandang ini, ada jembatan yang putus diterjang banjir. Saat ini jembatan penghubung antar kecamatan ini putus total,” ungkap Andri.
Pihak BPBD Banjarnegara mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.
Berdasarkan peringatan dari BMKG, intensitas hujan di Banjarnegara diprediksi masih tinggi hingga akhir bulan April mendatang.
Warga diminta untuk selalu memperhatikan informasi terbaru mengenai cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















