BOGORTODAY.COM – Kabar tragis yang menyelimuti peristiwa banjir dan longsor di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi semakin rumit setelah pengakuan Aang, seorang pria yang mengklaim bahwa istri dan anaknya selamat dari bencana tersebut.
Pengakuan Aang justru memicu kemarahan warga, setelah tim SAR menemukan jasad ibu dan anak, Santi (38) dan Nurul (9), dalam posisi berpelukan di bawah reruntuhan bangunan.
Keduanya ditemukan tertimbun di antara puing-puing rumah mereka dan tumpukan sampah akibat meluapnya Sungai Cipalabuhan.
Fakta bahwa Santi dan Nurul ditemukan dalam keadaan berpelukan, jelas menyentuh hati banyak pihak, namun sekaligus menimbulkan kemarahan warga yang merasa ditipu oleh Aang.
“Dia bilang istrinya sudah pulang ke Cikakak, terus jawabannya selalu sama setiap kali ditanya. Ternyata, istrinya dan anaknya sudah meninggal,” ujar Reza, Ketua RW 22 Kampung Gumelar, yang membeberkan kebohongan Aang.
Reza mengungkapkan, saat dirinya menanyakan keberadaan keluarga Aang, pria tersebut tetap bersikukuh mengatakan bahwa mereka selamat dan telah kembali ke Cikakak.
Sikap Aang yang tampak tenang dan tidak menunjukkan kepedulian terhadap tragedi yang menimpa keluarganya, membuat banyak warga marah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















