
Aang bahkan tetap menjalankan aktivitasnya di toko kelontongan miliknya tanpa terlibat dalam upaya pencarian korban.
Warga yang menyaksikan situasi tersebut tidak bisa menahan emosi, dan mereka mulai meneriakkan cacian serta tuduhan bahwa Aang lebih mementingkan urusan pribadinya daripada mencari keluarganya yang hilang.
Kemarahan warga semakin memuncak, sehingga situasi menjadi semakin tegang. Beruntung, pihak kepolisian segera turun tangan dan mengamankan Aang untuk menghindari potensi tindakan anarkis dari warga yang tengah emosi. Polisi memastikan bahwa Aang tidak akan mengalami tindakan kekerasan dari massa.
“Saat ini, jasad Santi dan Nurul telah dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut,” kata seorang petugas setempat, mengonfirmasi penemuan tragis tersebut.
Kebohongan Aang dan sikapnya yang tampak tidak peduli terhadap keluarga yang hilang menambah kesedihan atas bencana yang sudah merenggut nyawa banyak korban.
Warga setempat, meskipun marah, kini berfokus pada upaya pemulihan pasca-bencana dan membantu pihak berwenang dalam proses pencarian serta evakuasi korban lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















