BOGORTODAY.COM – Kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, sangat memprihatinkan.
Dua atap ruang kelas ambruk, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke ruang UKS dan perpustakaan.
Kerusakan ini terlihat jelas saat rombongan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung kondisi sekolah pada Minggu, 9 Maret 2025.
Pantauan di lokasi, dua ruangan kelas yang rusak parah, yakni kelas 5 dan 6, tampak bolong tanpa atap.
Sisa-sisa puing bangunan yang runtuh masih terlihat di dalam ruangan. Atap ruang kelas yang rusak tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, sehingga aktivitas belajar dipindahkan sementara ke ruang lain yang lebih aman.
Kepala SD Negeri 2 Purwosari, Hery Tartati, menjelaskan bahwa ambruknya atap ruang kelas 5 terjadi pada Rabu, 12 Februari 2025 lalu. Beruntung, kejadian tersebut terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Saat kejadian, sudah tidak ada kegiatan belajar. Anak-anak alhamdulillah sudah pulang. Kejadian terjadi pada pukul 12.30 WIB, sedangkan anak-anak pulang pada pukul 12.15 WIB,” kata Hery saat ditemui di lokasi.
Hery juga menjelaskan bahwa kerusakan bangunan diduga akibat atap yang sudah rapuh. Padahal, gedung kelas 5 baru saja mendapatkan anggaran rehabilitasi pada tahun 2020.
“Saat kejadian, kondisinya masih terlihat baik-baik saja. Kami belum tahu pasti penyebab kerusakannya,” ujarnya.
Selain ruang kelas 5, kerusakan juga menjalar ke kelas 6 dan kelas 4. Saat ini, ruang kelas yang rusak tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Yang ambruk itu kelas 5, kemudian efeknya ke kelas 6 dan 4,” jelas Hery. Untuk sementara, kegiatan belajar dipindahkan ke laboratorium bahasa, perpustakaan, dan ruang UKS.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang meninjau langsung lokasi kerusakan, berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Memang kenyataan kejadian yang terjadi, atapnya ambruk. Rehabilitasi gedung kelas 5 sendiri dilakukan pada tahun 2020. Saya perintahkan dinas pendidikan untuk segera menangani masalah ini, terpenting adalah memastikan tidak ada korban, terutama anak-anak sekolah,” ujar Sam’ani.
Sam’ani juga menambahkan, pihaknya memiliki konsep baru terkait lelang proyek perbaikan gedung sekolah.
“Setiap lelang akan kami review oleh Inspektorat, tidak hanya soal harga, tapi juga masalah spesifikasi dan mutu kualitas bangunan. Ini menjadi catatan kita, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Sam’ani.
Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen untuk segera menangani kerusakan di SDN 2 Purwosari dan memastikan fasilitas pendidikan yang aman bagi para siswa.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















