BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jabodetabek pada 10 dan 11 Maret

Meluruskan pernyataan tersebut, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhan mengatakan BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem. Ia menyebut pernyataan Dwikorita adalah terkait potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi di Jabodetabek.

BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem secara spesifik untuk tanggal 11-20 [Maret], yang dimaksud Ibu kepala adalah berdasarkan prediksi hujan pada dasarian II bulan Maret (11-20) wilayah Jabodetabek bagian selatan [khususnya Bogor] masih memiliki potensi hujan dengan kategori menengah- tinggi [khususnya Bogor], sehingga masih diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagan,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (8/3).

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Andri menambahkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal April, di mana sebagian besar wilayah Tanah Air masih berada pada periode musim hujan di bulan Maret.

“Kemudian bulan April akan mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seiring dengan transisi ini, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun secara bertahap,” tuturnya.***

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================