
Meluruskan pernyataan tersebut, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhan mengatakan BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem. Ia menyebut pernyataan Dwikorita adalah terkait potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi di Jabodetabek.
“BMKG belum memberikan peringatan dini cuaca ekstrem secara spesifik untuk tanggal 11-20 [Maret], yang dimaksud Ibu kepala adalah berdasarkan prediksi hujan pada dasarian II bulan Maret (11-20) wilayah Jabodetabek bagian selatan [khususnya Bogor] masih memiliki potensi hujan dengan kategori menengah- tinggi [khususnya Bogor], sehingga masih diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagan,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (8/3).
Andri menambahkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal April, di mana sebagian besar wilayah Tanah Air masih berada pada periode musim hujan di bulan Maret.
“Kemudian bulan April akan mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seiring dengan transisi ini, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun secara bertahap,” tuturnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














