Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
TOLERANSI itu bukan untuk diomon-omonkan tapi sebaiknya langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterangkan bahwa toleransi adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendiriannya sendiri.
Inti dari pengertian toleransi adalah menghormati adanya perbedaan. Perbedaan ini bisa tentang Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA), pemikiran, pilihan dan lain-lain. Dan alhamdulillah penulis sejak kecil sudah terbiasa dengan toleransi, hal ini dikarenakan, yaitu:
Saat sekolah di SMP, meski penulis seorang muslim, tapi sekolah di SMP Khatolik Adi Sucipto Kabupaten Blora Jawa Tengah. Jadi ingat saat itu jika hari jum’at, penulis dan teman yang muslim harus bawa sarung, untuk shalat jumat di masjid terdekat sekitar sekolah.
Kemudian saat SMA, penulis masuk di SMAN I Kabupaten Blora, tapi teman akrab penulis tidak hanya dari SMAN I saja, tapi juga dari SMA Khatolik, SMA PGRI, dan SMA Muhammadiyah.
Biasa yang namanya anak muda saat SMA, kita sering nongkrong sambil main gitar, suka musik aliran jazzy dan suka makan rujak yang pedas sampai keluar keringat, bahasa jawanya sampai drojoz.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















