
“Ini jalan kabupaten yang terendam banjir. Ini jalan utama, warga mau ke pasar, mau beraktivitas setiap harinya lewat sini,” kata Fadil dengan nada kesal.
Bagi warga yang bergantung pada jalan ini untuk keperluan sehari-hari, kondisi ini tentu menjadi hambatan besar.
Sekretaris Desa Pulau Kayu Aro, Ricky Arista, mengonfirmasi dampak banjir tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 380 rumah dan hampir 200 hektare sawah terendam, serta kondisi ini masih dapat berlanjut mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi. “Potensi banjir masih ada karena hujan masih terus turun,” ujar Ricky.
Ricky juga mengimbau kepada warga untuk tidak bermain di sekitar aliran Sungai Batanghari yang airnya cukup deras, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Ke depan, ia berharap upaya mitigasi dan penanganan bencana dapat lebih ditingkatkan agar kejadian serupa bisa diminimalisir.
Dengan kondisi banjir yang terus mengancam, warga Desa Pulau Kayu Aro berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk segera memberikan bantuan dan melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang rusak, terutama jalan kabupaten yang vital bagi aktivitas mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















