
Sementara itu, Israel membela penempatan pasukannya di koridor Philadelphia, dengan alasan bahwa itu diperlukan untuk menjaga kendali atas daerah tersebut dan mencegah penyelundupan senjata dari Mesir ke Gaza.
“Israel belum melaksanakan protokol kemanusiaan sesuai perjanjian Gaza. Kami mematuhi apa yang telah disepakati, namun kami meminta Israel untuk memenuhi kewajibannya,” tegas Qassem.
Fase pertama gencatan senjata berakhir pada 1 Maret tanpa kesepakatan lebih lanjut, dan Israel hanya menyetujui untuk memperpanjang ketentuan gencatan senjata tahap pertama.
Tahap kedua, yang sedang dibahas, bertujuan untuk mengarah pada penarikan Israel dari Gaza sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung dan menyebabkan kehancuran besar di Gaza.
Kedua pihak terus melakukan perundingan yang intensif. Israel, pada sisi lain, dilaporkan telah meminta agar sandera yang masih hidup dan yang telah meninggal untuk diserahkan sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 50 hari, meski hal ini dibantah oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyebutnya sebagai “berita palsu.”***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















