Begini Langkah Perumda Tirta Pakuan Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem

Ardani menerangkan, pihaknya mempunyai lima sumber mata air, yaitu mata air Tangkil, Bantarkambing, Kota baru, Kabandungan dan Palasari. Di lima lokasi itu Tirta Pakuan memitigasi resiko terkait masalah yang ada. Berkaitan dengan intake serta terkait dam Bendung Ciherang Pondok, dilakukan pula mitigasi resiko kemarin.

“Ya yang kami ketahui apabila terganggu diintake atau sumber air baku kami, tentunya akan bermasalah pada proses produksi. Kebanyakan untuk intake dan air baku ini permasalahannya pada kekeruhan tinggi juga sampah yang banyak akibat curah hujan tinggi. Dalam hal ini saya mengarahkan untuk dilakukan pengurasan sedimentasi. Ada beberapa intake, seperti Intake Ciherang Pondok untuk Spam Dekeng, Intake Pasir Angin untuk Spam Katulampa, Intake Cipaku untuk Spam Cipaku, Intake Cikereteg untuk Spam Cikereteg, kemudian Intake Palasari,” jelasnya.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

“Kami sudah melakukan pengurasan khusus di intake tersebut, dimana yang mengakibatkan kekeruhan apabila terjadi banjir atau hujan yang cukup deras mengakibatkan kekeruhan. Juga khusus di Ciherang Pondok kami antisipasi terkait bangunan sedimentasi, dalam perbaikan pintu air untuk mengantisipasi banjir dan pengurasan,” tambah Ardani.

Ardani menjelaskan, soal sampah memang tak terhindarkan, sehingga perlu melibatkan pihak lain atau Sumber Daya Manusia (SDM), karena masih banyak warga yang belum paham akibat membuang sampah ke sungai. Maka dari itu, sebagai langkah antisipasi, Tirta Pakuan menambah tenaga harian lepas saat banjir untuk membantu membersihkan sampah-sampah tersebut.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

“Karen kalau sampah sudah menumpuk, artinya debit yang akan masuk ke WTP itu akan mengecil karena adanya sumbatan. Untuk itu kami pastikan memanfaatkan tenaga yang ada di wilayah untuk mitigasi risiko,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================