Pemkot Bogor Bangun Pusat Rehabilitasi Sosial untuk Korban Judol dan Masyarakat Rentan

Persiapan pusat rehabilitasi sosial sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat .

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) tengah mempersiapkan pendirian Sentra Cipta Mandiri (SCM) di Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

SCM dirancang sebagai pusat rehabilitasi sosial sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat dengan konsep berbasis komunitas, terutama bagi kelompok rentan dan mereka yang terdampak judi online (judol), gangguan kesehatan mental, serta perilaku adiktif lainnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bogor menerima kunjungan Deputi Kemenko PM dalam agenda persiapan kunjungan Menteri Koordinator (Menko) PM ke Kota Bogor untuk peletakan batu pertama pendirian SCM pada April mendatang.

Kegiatan ini dilakukan setelah rapat pembahasan kolaborasi antara Kemenko PM, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Kota Bogor telah menerima hibah aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat seluas sekitar 2.600 meter persegi di Sukamulya yang telah dipersiapkan sebagai lokasi pendirian SCM.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Pemkot Bogor telah mendapatkan hibah aset di Sukamulya yang akan digunakan sebagai Sentra Cipta Mandiri. SCM ini diharapkan menjadi solusi dalam menangani berbagai persoalan sosial, termasuk rehabilitasi bagi korban judol dan pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan pendampingan,” ujar Dedie A. Rachim di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (18/3/2025).

Dedie A. Rachim juga menyoroti permasalahan sosial yang semakin kompleks di Kota Bogor, terutama tingginya kasus judol.

Menurutnya, SCM dapat menjadi wadah untuk membantu masyarakat agar mendapatkan solusi jangka panjang melalui rehabilitasi dan program pemberdayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menyampaikan bahwa hal ini berawal dari kepedulian Menko PM terhadap lonjakan kasus judol di Indonesia.

Oleh karena itu, Kota Bogor dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia, mengingat keberadaan Istana Bogor yang kerap menjadi pusat kegiatan kenegaraan.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

“Kami ingin menjadikan Kota Bogor sebagai model yang bisa diterapkan di daerah lain dalam menangani permasalahan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya, kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Dinsos, Dinkes, dan RSMM sangat diperlukan,” ungkap Nunung.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSMM, Nova Riyanti Yusuf, menjelaskan bahwa SCM nantinya akan menjadi community health center yang tidak hanya menangani korban judol tetapi juga berbagai pelaku perilaku adiktif lainnya, yang diharapkan bisa menjadi model percontohan dalam menangani berbagai permasalahan sosial.

Dengan persiapan yang matang dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, SCM diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan solusi jangka panjang bagi berbagai permasalahan sosial di Kota Bogor dan dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================