Puting Beliung Terjang Desa Bugis, 105 Rumah Rusak, 35 Ambruk

Puting Beliung Terjang Desa Bugis, 105 Rumah Rusak, 35 Ambruk

BOGORTODAY.COM – Angin puting beliung menerjang Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (16/3/2025) sore, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga.

Kejadian yang berlangsung selama beberapa menit ini merusak 105 rumah, dengan 35 di antaranya ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Detik-detik Angin Puting Beliung

Peristiwa angin puting beliung yang disertai hujan deras itu terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat angin yang bergulung-gulung sangat kencang, menghancurkan setiap rumah yang dilewati. Menurut Khaerul, salah seorang warga Desa Bugis, angin puting beliung pertama kali terlihat berputar-putar di udara sebelum akhirnya turun dan menerjang permukiman warga.

“Angin itu dua kali menghantam desa kami, setelah itu langsung turun hujan deras,” ujarnya, Senin (17/3/2025).

Kerusakan Rumah dan Kerugian Material

Akibat terjangan angin puting beliung, 105 rumah warga rusak parah. Di antaranya, 35 rumah ambruk total.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Warga yang rumahnya rusak langsung bergotong-royong bersama petugas untuk membersihkan puing-puing dan mencari sisa-sisa bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan.

“Yang ambruk ada 35 rumah. Saat ini, kami bersama warga dan petugas masih membersihkan puing-puing bangunan,” tambah Khaerul.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, A Fatah, mengungkapkan bahwa lima RT di Desa Bugis terdampak dengan total 110 keluarga menjadi korban.

Sementara itu, di Desa Curug, hanya satu RT yang terdampak, dengan sembilan keluarga yang juga mengalami kerusakan akibat bencana ini.

Kerusakan Lainnya dan Gangguan Infrastruktur

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Sejumlah pohon tumbang, menimpa tiang listrik dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah.

BPBD Indramayu bersama dengan petugas TNI, Polri, serta masyarakat bergotong royong membersihkan pohon-pohon yang tumbang dan mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban.

“Akibat angin puting beliung ini, banyak pohon yang tumbang, dan tiang listrik juga ikut tertimpa sehingga menyebabkan mati lampu. Kami bersama warga dan petugas sedang menangani dampak kerusakan ini,” ungkap Fatah.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Tanggap Darurat dan Bantuan untuk Korban

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Indramayu telah menyiapkan tenda pengungsian bagi warga yang rumahnya rusak parah.

Meski tidak ada korban jiwa, petugas meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Kami akan terus membantu korban bencana ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata Fatah.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, Polri, dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pemulihan pasca-bencana, membersihkan puing-puing, dan memastikan distribusi bantuan sampai ke seluruh korban yang terdampak.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================