
Selain itu, mereka juga dapat kehilangan kontrol motorik, koordinasi, dan keseimbangan. Hal ini bisa menyebabkan gejala yang mirip dengan mabuk perjalanan, seperti pusing atau kesulitan dalam bergerak.
Di luar itu, mikrogravitasi juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, kardiovaskular, penglihatan, serta bahkan DNA manusia.
Sebagian besar efek fisik yang dialami oleh astronot adalah jangka pendek, dan hanya sedikit masalah kesehatan yang diketahui bertahan lama.
Setelah kembali ke Bumi, astronot umumnya menjalani berbagai latihan rehabilitasi untuk membantu mengembalikan kekuatan otot dan kepadatan tulang mereka.
Rehabilitasi dan Pemulihan
Proses rehabilitasi bagi astronot setelah kembali ke Bumi adalah bagian penting dari pemulihan mereka. Mereka akan menjalani berbagai program latihan untuk mengembalikan kondisi tubuh mereka, terutama pada otot dan tulang yang mengalami penurunan selama di luar angkasa.
Dengan adanya pelatihan fisik yang intensif, mereka dapat mempercepat proses pemulihan dan kembali berfungsi secara normal.
Kesiapan NASA dan Aklimatisasi Astronot
Walaupun misi Wilmore dan Williams lebih lama dari yang direncanakan, para pemimpin NASA tidak merasa ada masalah kesehatan yang tidak biasa akibat perubahan durasi misi.
Dina Contella, wakil manajer Program Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA, menyatakan bahwa, “Kami tidak melihat perlunya tindakan pencegahan khusus. Seperti astronot lainnya yang kembali, akan ada periode aklimatisasi, dan hal itu akan berbeda-beda bagi setiap anggota kru.”
Proses aklimatisasi ini adalah bagian alami dari kembali ke Bumi setelah tinggal lama di luar angkasa, di mana setiap astronot akan merasakan perbedaan dalam kecepatan mereka beradaptasi dengan gravitasi.
Kembalinya Barry “Butch” Wilmore dan Suni Williams ke Bumi setelah hampir sembilan bulan di luar angkasa adalah pencapaian luar biasa dalam eksplorasi luar angkasa.
Meskipun tubuh mereka mengalami berbagai perubahan fisik selama berada di luar angkasa, proses pemulihan dan aklimatisasi mereka dengan kehidupan di Bumi akan berjalan dengan baik.
Penelitian tentang dampak jangka panjang dari paparan luar angkasa terhadap tubuh manusia terus berlangsung, dan pengalaman para astronot ini sangat berharga untuk memahami bagaimana tubuh manusia dapat bertahan dan beradaptasi di luar angkasa.
Meskipun tantangan kesehatan yang mereka hadapi terbilang besar, teknologi dan pengetahuan yang berkembang memungkinkan astronot untuk kembali dengan kondisi yang baik, siap untuk melanjutkan misi luar angkasa berikutnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















