
Menurut Bopak, fisik jemaah yang ia temui benar-benar mirip dengan mendiang ibunya, yang sudah 40 tahun tidak ia temui sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia dibesarkan oleh bibi, sementara ibunya tinggal di tempat yang jauh.
“Fisik semua sama. Ya Allah kok bisa diketemuin sama orang tua. 40 tahun kita hidup nggak pernah tutur kata, nggak pernah mencium aroma ibu karena Bopak udah hidup sendiri, tiba-tiba Allah kasih hadiah di Makkah, kok sama,” ungkap Bopak, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Meski sempat merasa gengsi untuk menemui jemaah tersebut, Bopak akhirnya memberanikan diri setelah Gita mendorongnya.
“Istri yang maksain karena kita gengsi. Allah ngatur ya, dari lift pas banget dia sendiri, ya sudah Bopak tegur, ‘Bu, ibu kayak ibu saya’. Bopak peluk dia nerima,” kenang Bopak, sambil menahan tangis.
Perjalanan umrah ini bukan hanya sebagai bentuk pengabdian dan doa untuk orang tua, tetapi juga menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan bagi Bopak dan Gita.
Mereka merasa diberkahi dengan pertemuan tak terduga ini, yang seakan menjadi hadiah dari Allah untuk mengobati kerinduan yang telah lama terpendam dalam hati Bopak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















