BOGORTODAY.COM – Kebakaran terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (20/3/2025) malam. Api membakar sebagian besar atap gedung di bagian aula, menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan.
Kejadian ini terdeteksi sekitar pukul 23.30 WIB, dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kepolisian segera dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Demak Kota, Iptu Rudi Tri Sayoga, yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya melakukan pengamanan salat tasbih di Masjid Agung Demak.
“Kami melihat ke atas banyak asap yang bergerak dari barat ke timur. Ketika kami cek, ternyata Aula Kemenag Demak terbakar,” ungkap Rudi.
Setelah itu, pihak kepolisian langsung memanggil Damkar dan BPBD untuk membantu pemadaman kebakaran.
Proses Pemadaman
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran terlibat dalam upaya pemadaman api yang melahap sebagian besar aula Kemenag Demak.
“Ada dua mobil pemadam kebakaran dan lima tangki mobil suplai yang terlibat,” jelas Rudi.
Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit setelah kebakaran dilaporkan, meskipun petugas masih melakukan penyemprotan air untuk proses pendinginan.
“Takutnya masih ada bara yang bisa menyulut api lagi,” kata Rudi.
Sementara itu, petugas juga berupaya melakukan penjebolan atap dan jendela untuk memperlancar pemadaman. Aula yang terbakar berisi berbagai peralatan elektronik, seperti AC, sound system, televisi layar besar, dan lain-lain.
Kerugian dan Penyebab Kebakaran
Meski api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian belum dapat memperkirakan total kerugian akibat kebakaran ini.
“Kita belum bisa memperkirakan kerugian sementara karena kondisi aula masih rawan runtuhan atap yang rusak,” jelas Rudi. Pihak berwenang juga masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga berasal dari kerusakan pada salah satu unit AC di dalam aula.
“Ada standing AC yang di dalam ruangan itu rusak. Tidak ada indikator kerusakan, tetapi ada suara seperti hidup meskipun sebetulnya mati. Kemungkinan besar kebakaran berasal dari AC yang rusak tersebut, namun ini masih kami pelajari dan selidiki lebih lanjut,” kata Rudi.
Saksi Mata
Petugas keamanan Kemenag Demak, Anis Shofiyullah, menjadi saksi pertama yang melihat titik api. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat api muncul dari pojokan aula bagian barat sekitar pukul 23.30 WIB saat ia hendak melaksanakan salat malam di musala Kemenag. “Saya pertama kali melihat api dari pojok aula barat, di sekitar podium dan televisi besar,” jelas Anis.
Kerusakan yang Terjadi
Aula Kemenag Demak yang terbakar memiliki ukuran sekitar 20 x 5 meter. Meskipun dinding aula tetap utuh, atap baja ringan sebagian besar hancur dan tergantung. Sejumlah barang berharga di aula, termasuk televisi dan podium, juga mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Proses Pemulihan
Pantauan di lokasi sekitar pukul 01.24 WIB menunjukkan bahwa api sudah berhasil dipadamkan, dan petugas gabungan mulai meninggalkan lokasi kejadian.
Meskipun kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa, proses investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.
Kementerian Agama Demak dan pihak berwenang diharapkan dapat segera melakukan evaluasi dan pemulihan terhadap kerusakan yang terjadi, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















