
Sementara itu, Kabid Bina Marga PUPR SBB, Arafat, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah merencanakan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut pada tahun 2025. Namun, proses pembangunan terkendala oleh masalah biaya.
“Gorong-gorong di Ariate sudah masuk dalam perencanaan 2025 dan akan kami kerjakan segera setelah proses selesai,” kata Arafat.
Selain amblasnya jembatan di Desa Ariate, jalan lintas Huamual yang menjadi jalur utama bagi warga dari desa-desa menuju Kota Piru juga mengalami kerusakan di beberapa titik.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang membutuhkan jalur yang lancar dan aman.
Dengan adanya upaya pembangunan jembatan darurat, diharapkan arus lalu lintas dapat kembali berjalan meski dengan kondisi sementara.
Namun, masyarakat tetap berharap agar pembangunan jembatan permanen dapat segera terealisasi guna menjamin kelancaran transportasi, terutama pada masa-masa penting seperti arus mudik Lebaran.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















