
Harusnya malam Lailatul Qadar itu diisi dengan itikaf di masjid, tadarus Al Qur’an, sedekah, berzikir, berdoa, bershalawat, tasbih, istighfar, tahajud, dan melakukan amal soleh yang lain. Inilah jebakan offside di sepuluh malam terakhir ramadan, yaitu:
Kita tetap sibuk bekerja dan berdagang, seolah-olah kita mau hidup selamanya, tidak ada keinginan untuk mendekat kepada Allah, seperti melakukan amalan yang dianjurkan di atas. Bekerja juga ibadah, tapi ingat Allah tidak menyukai hal yang berlebihan.
Selain bekerja kita juga butuh beribadah kepada Allah, agar hidup kita jadi tenang, bahagia dan sukses baik di dunia maupun di akhirat.
Jebakan offside lainnya adalah kita sibuk untuk persiapan mudik, sehingga juga melupakan melakukan amalan yang dianjurkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar.
Mudik dengan pulang ke kampung halaman itu juga baik, dan manfaat dari mudik itu sangat banyak, karena mudik itu praktik dari silaturahmi. Dengan silaturahmi, maka akan memperpanjang usia, menambah rejeki, menyehatkan, menghilangkan ego, menambah kasih sayang dan lain-lain.
Biasanya saat mudik kita juga sulit untuk melakukan amalan-amalan yang dianjurkan di atas. Maka solusinya meski kita tetap bekerja, berdagang dan mudik, kita harus tetap melakukan amalan-amalan untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














