
Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengembalikan cabang olahraga ini ke dalam kompetisi pelajar dengan mengadakan turnamen yang setara dengan O2SN.
“Kami ingin menunjukkan bahwa catur masih memiliki banyak peminat dan atlet potensial, terutama di Kota Bogor,” ujarnya.
Percasi Kota Bogor, lanjut Ian, terus berinovasi dengan menyelenggarakan kompetisi yang belum pernah ada di skala nasional, salah satunya dengan mengombinasikan satu pemain master dan dua non-master dalam satu tim di turnamen ini.
Turnamen ini diikuti oleh 49 tim, dengan total peserta sebanyak 147 orang (satu tim terdiri dari tiga orang).
“Sistem pertandingan turnamen ini menggunakan sistem Swiss dengan delapan babak, dimana semua peserta bertanding di setiap babak hingga diperoleh pemenang utama,” imbuh Ian.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















