Kebakaran Hebat di Polewali Mandar, Satu Warga Alami Luka Bakar, 16 Orang Mengungsi

Kebakaran Hebat di Polewali Mandar, Satu Warga Alami Luka Bakar, 16 Orang Mengungsi

BOGORTODAY.COM – Sebuah kebakaran hebat menghanguskan satu rumah di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), pada Selasa (25/3/2025) sekitar pukul 02.00 Wita.

Insiden tersebut menyebabkan seorang warga, Mulatazam (32), mengalami luka bakar. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menyambar botol bensin yang sedang ditangani di dalam rumah.

Kebakaran ini terjadi di rumah milik Abd Majid (65). Kepala Desa Karama, Ahmad Ma’Danrang, menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal saat Mulatazam, anak dari pemilik rumah, sedang memasukkan bensin ke dalam botol untuk dijual.

Tiba-tiba, meteran listrik rumah mengalami korsleting, menyebabkan percikan api yang menyambar botol bensin yang ada di dekatnya.

“Kan penjual eceran dia. Kebetulan di kilometernya ada korslet sehingga ada api, percikan turun kena di tempat bensin sehingga terjadi kebakaran,” ungkap Ahmad.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Kobaran api yang cepat membesar membakar seluruh bangunan rumah. Warga setempat segera berdatangan dan berusaha memadamkan api, namun api baru bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam setelah kejadian.

Akibat kebakaran ini, Mulatazam mengalami luka bakar di bagian belakang dan pinggangnya. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan.

“Betul ada yang kena bakar. Luka bakar di bagian belakangnya, pinggangnya turun, langsung dibawa ke Puskesmas untuk pengobatan,” kata Ahmad Ma’Danrang.

Kebakaran ini juga menyebabkan 16 warga yang terdiri dari 3 kepala keluarga (KK) harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Mereka kini mengungsi sementara di rumah tetangga terdekat.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Pengungsi banyak karena ada tiga KK dalam satu rumah, sudah berkeluarga semua anaknya, jumlahnya 16 orang,” ujar Ahmad.

Kapolsek Tinambung, Iptu Haspar, menambahkan bahwa sedikitnya 7 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk membantu memadamkan api. Kerugian materil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 juta.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materil ditaksir sekitar Rp 150 juta,” jelas Iptu Haspar.

Pihak berwenang kini tengah menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kebakaran dan berupaya membantu korban yang terdampak untuk pemulihan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================