Pemkot Bogor Fokus Mitigasi Bencana, Identifikasi Pohon Tumbang Melalui KTP Pohon

Ilustrasi pohon tumbang

BOGORTODAY.COM – Tiga orang warga Kota Bogor menjadi korban pohon tumbang di ruas Jalan Juanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada Selasa (1/4/2025) siang.

Pohon besar tersebut tumbang saat hujan deras disertai angin melanda Kota Bogor sejak Selasa siang. Dari ketiga korban, satu di antaranya dilarikan ke RS PMI.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, bergegas mengecek kondisi korban. Dirinya memastikan kondisi korban mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Saya memantau langsung korban di RS PMI. Ada tiga orang korban, dua di dalam kendaraan mobil dan satu di roda dua. Pengendara motor dibawa ke rumah sakit PMI oleh rekan-rekan relawan dan OPD,” kata Jenal Mutaqin.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Dari hasil pengecekan, Jenal Mutaqin memastikan korban dalam kondisi sadar dan ada beberapa luka ringan yang harus mendapatkan perawatan.

“Kondisinya tadi saya tanya dalam keadaan sadar. Namun, ada luka ringan dan merasakan sakit di bagian pinggul, kepala, dan lutut kanan,” ujarnya.

Meski begitu, sambungnya, RS PMI sudah melakukan tindakan rontgen untuk memastikan langkah selanjutnya, apakah perlu dirawat inap untuk tindakan lebih lanjut.

Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jenal Mutaqin memastikan biaya perawatan akan tercover

“Kita doakan mudah-mudahan hasilnya baik-baik saja dan bisa pulang ke rumah,” ujar Jenal Mutaqin.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Di luar itu, mitigasi bencana selalu menjadi fokus Pemkot Bogor. Untuk pohon tumbang sendiri, sebetulnya melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor sudah dilakukan identifikasi lewat KTP Pohon untuk mengetahui usia serta tingkat kekuatan pohon tersebut.

“Insyaallah ke depan, KTP Pohon ini bisa lebih dimaksimalkan. Apakah status oranye pada pohon lebih baik langsung diubah menjadi merah saja agar menghindari kejadian serupa. Kita akan rapatkan dulu ke depan,” ujarnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================