
Aipda Junaidi menjelaskan bahwa pihaknya juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar area kolam renang untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Dugaan sementara, korban tenggelam akibat tidak bisa berenang dan kemungkinan kurangnya pengawasan baik dari pihak keluarga maupun pengelola kolam renang.
“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara, faktor utama adalah ketidakmampuan korban berenang serta pengawasan yang kurang,” tambah Junaidi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pengelola tempat wisata air. Aipda Junaidi mengimbau agar masyarakat selalu lebih waspada dan berhati-hati, terutama saat membawa anak-anak ke tempat wisata yang memiliki kolam renang. Terutama bagi anak-anak yang belum bisa berenang, pengawasan yang ketat sangatlah diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka dengan ketat saat berada di kolam renang atau tempat wisata air lainnya. Keselamatan anak adalah hal yang utama,” tegasnya.
Saat ini, pihak Polres Pasuruan Kota masih melanjutkan penyelidikan kasus ini untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tragis tersebut. Pihak keluarga dan pengelola kolam renang akan dimintai keterangan lebih lanjut dalam proses penyelidikan ini.
Kehilangan seorang anak begitu mendalam, dan keluarga Usman pun tengah berduka atas peristiwa yang menimpa mereka. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan di setiap aktivitas, terutama yang melibatkan anak-anak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















