
BOGORTODAY.COM – Real Madrid mengalami kekalahan telak 0-3 dari Arsenal pada leg pertama perempatfinal Liga Champions yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (9/4) dini hari WIB. Satu kata yang menggambarkan penampilan Los Blancos malam itu adalah “kolaps”.
Arsenal tampil dengan dominasi luar biasa, mengalahkan tim tangguh seperti El Real yang dikenal sebagai raksasa Liga Champions.
Dominasi Arsenal Tanpa Ampun
Sebelum pertandingan, banyak yang memprediksi bahwa Arsenal akan kesulitan menghadapi Real Madrid, mengingat status Madrid sebagai juara Liga Champions terbanyak. Namun, kenyataannya, Arsenal justru tampil superior di hampir setiap aspek permainan.
Tuan rumah tampil galak dan tanpa ampun, meredam serangan-serangan Madrid dengan sangat baik.
Dalam statistik pertandingan, Arsenal jauh lebih unggul. Mereka melepas 11 tembakan ke gawang, sementara Real Madrid hanya tercatat tiga tembakan.
Penguasaan bola juga lebih dominan dengan Arsenal menguasai 54 persen, sementara Madrid hanya 46 persen.
Arsenal bahkan unggul dalam tendangan sudut, lima berbanding tiga, serta jumlah umpan yang lebih banyak, 489 berbanding 436.
Declan Rice Jadi Bintang
Pemain yang mencuri perhatian di laga ini adalah Declan Rice, yang menjadi bintang dengan dua gol spektakuler lewat tendangan bebas. Gol-golnya menjadi penanda betapa tajamnya Arsenal dalam memanfaatkan peluang.
Tidak hanya Rice, pemain asal Spanyol, Merino, menambah derita Madrid dengan gol ketiga yang mengukuhkan kemenangan telak tuan rumah.
Kolapsnya Real Madrid
Malam itu, Real Madrid tampak kehilangan arah. Di babak kedua, Los Blancos hanya berhasil melepas satu tembakan ke gawang yang berasal dari sundulan Jude Bellingham. Sayangnya, sundulan tersebut terlalu lemah dan mudah diamankan oleh kiper Arsenal, David Raya.
Selain itu, Real Madrid juga gagal memanfaatkan lebih dari lima sentuhan di area penalti Arsenal, yang menjadi bukti betapa rapuhnya serangan mereka.
Pada menit ke-65, situasi semakin memburuk bagi Madrid ketika Eduardo Camavinga mendapat kartu merah setelah dua kali mendapat kartu kuning.
Kartu kuning kedua diperoleh Camavinga akibat protes yang terbilang konyol dan semakin memperburuk penampilan tim.
Ancelotti: “Kami Tidak Tampil Buruk Selama 60 Menit”
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberikan penilaian bahwa timnya tidak tampil buruk pada 60 menit pertama pertandingan.
Namun, dia mengakui bahwa Arsenal memang tampil lebih komitmen dan lebih unggul dalam segala aspek permainan. Penurunan performa Madrid di babak kedua menjadi faktor utama dalam kekalahan telak ini.
Leg Kedua, Ujian Sungguh Besar
Dengan kekalahan ini, Real Madrid kini harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar pada 17 April 2025 mendatang di Santiago Bernabeu.
Madrid telah dikenal sebagai tim yang sering melakukan comeback luar biasa, dan kini mereka harus membuktikan hal itu lagi. Apakah mereka akan mampu bangkit atau justru Arsenal yang kembali mengamuk di kandang Madrid?
Leg kedua ini menjanjikan drama besar, dan penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu sudah tak sabar menantikan aksi kedua tim di Bernabeu.
Apakah Real Madrid akan menjadi raja comeback lagi? Atau Arsenal justru melanjutkan dominasi mereka dan mengirim Madrid pulang lebih awal? Kita tunggu saja!***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















