BOGORTODAY.COM – Tragedi menyelimuti rombongan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Mojokerto, saat liburan di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang.
Tiga dari lima santri terseret ombak pada Rabu (9/4/2025) siang, dan hingga Jumat pagi (11/4/2025), dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu santri lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Korban pertama yang ditemukan adalah Yasser Arafat Inninawa (15). Jasadnya ditemukan pada pukul 07.38 WIB, sekitar 1 mil laut dari lokasi kejadian, di sekitar area palung laut tempat para santri berenang.
Penemuan ini berkat penyisiran intensif tim SAR gabungan di sepanjang perairan Pantai Balekambang.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.57 WIB, korban kedua atas nama Lutfi Munawar (15) juga ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi penemuan jenazah pertama.
Kedua jenazah segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban kedua atas nama Lutfi Munawar, laki-laki 15 tahun. Jasad ditemukan mengapung dan langsung dievakuasi ke darat menggunakan perahu,” ujar Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Jumat (11/4/2025).
Satu korban lagi masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal terus melakukan pencarian intensif dengan menyisir darat dan laut, terutama di area palung laut yang diduga kuat menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
“Kami fokuskan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun tim juga menyebar hingga ke Pantai Kondang Sugu di barat TKP dan Pantai Wonogoro di timur TKP,” jelas Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno.
Cuaca cerah dan kondisi ombak yang relatif tenang menjadi faktor pendukung selama proses pencarian hari ini.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Lima santri dari Ponpes Amanatul Ummah tengah berenang di pantai ketika mereka terseret arus kuat di area palung laut, sebuah zona berbahaya yang sering menimbulkan kecelakaan laut.
Dua santri berhasil diselamatkan, namun tiga lainnya sempat hilang terseret ombak. Proses pencarian pun langsung dilakukan sejak hari kejadian dengan melibatkan berbagai pihak.
Pihak pondok pesantren dan keluarga korban kini tengah berduka. Mereka berharap proses pencarian korban terakhir segera membuahkan hasil.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh wisatawan akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama di area rawan seperti palung laut.
Semoga korban yang masih hilang segera ditemukan, dan keluarga diberikan ketabahan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















