
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan terpisah menyebut bahwa “tidak ada aktivitas medis yang sedang berlangsung” di rumah sakit tersebut pada saat serangan terjadi. Mereka menegaskan bahwa serangan dilakukan secara presisi dan “tidak menyebabkan korban sipil.”
Namun, keterangan tersebut bertentangan dengan laporan dari WHO dan otoritas Gaza, yang menyatakan adanya korban jiwa dan kerusakan serius pada fasilitas kesehatan yang seharusnya dijaga netralitasnya dalam konflik bersenjata.
Serangan Lain Menyebabkan Korban Sipil
Pada hari yang sama, serangan udara Israel juga menghantam sebuah kendaraan di daerah Deir el-Balah. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan itu, termasuk enam orang yang masih bersaudara.
Kondisi di Jalur Gaza terus memburuk, dengan komunitas internasional menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil, terutama di area-area sensitif seperti rumah sakit dan pusat evakuasi.
Seruan WHO dan Komunitas Internasional
WHO menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran hukum internasional dan meminta semua pihak untuk menghormati netralitas layanan medis di tengah konflik yang berlangsung.
“Rumah sakit seharusnya menjadi tempat aman, bukan target,” tegas Tedros.
Serangan ini menambah panjang daftar insiden yang menimpa fasilitas kesehatan di Gaza sejak perang berkecamuk, menyoroti dampak kemanusiaan yang semakin parah di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















