BOGORTODAY.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa seorang anak meninggal dunia akibat serangan udara Israel yang menghantam Rumah Sakit Al-Ahli, salah satu dari sedikit fasilitas medis yang masih beroperasi di Jalur Gaza.
Serangan tersebut terjadi pada Minggu (13/4/2025) waktu setempat, di tengah peringatan dari Israel bahwa serangan bisa diperluas jika Hamas tidak segera membebaskan sandera yang tersisa.
Dalam pernyataan melalui media sosial X, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan duka dan kekhawatirannya atas serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa serangan udara menghancurkan beberapa bagian penting dari rumah sakit.
“Seorang anak meninggal karena terganggunya perawatan. Ruang gawat darurat, laboratorium, mesin sinar-X, dan apotek hancur,” kata Tedros.
Selain itu, sekitar 50 pasien harus dipindahkan ke rumah sakit lain, sementara 40 pasien dalam kondisi kritis tidak dapat dipindahkan karena kondisi medis dan keterbatasan fasilitas.
Situasi di Gaza Semakin Mencekam
Sejak konflik antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober 2024, ribuan warga Gaza mencari perlindungan di kompleks rumah sakit, karena banyak rumah dan fasilitas umum telah hancur. Namun, rumah sakit pun kini tak luput dari gempuran.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan ke RS Al-Ahli menargetkan apa yang mereka sebut sebagai “pusat komando dan kendali Hamas.” Namun, klaim ini dibantah oleh Hamas.
Badan pertahanan sipil Gaza menyebut bahwa serangan terjadi hanya beberapa menit setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga setempat. Ledakan menyebabkan kerusakan parah pada struktur bangunan, dengan foto-foto dari AFP menunjukkan reruntuhan beton dan logam berserakan serta lubang besar di salah satu gedung rumah sakit.
Respons Pihak Israel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















