BOGORTODAY.COM – Sebuah pohon pule raksasa yang berusia ratusan tahun ambruk dan menimpa rumah milik Rusik (60) di Dusun Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, pada Senin (14/4/2025).
Pohon tersebut, yang selama ini dianggap keramat oleh warga setempat, dikenal sebagai pohon mistis dan dikeramatkan oleh masyarakat karena kepercayaan turun-temurun.
Rusik, pemilik rumah yang tertimpa pohon, menjelaskan bahwa tidak ada hujan atau angin kencang saat pohon tersebut roboh. Ia menduga pohon itu tumbang akibat kondisi pohon yang sudah lapuk meskipun usianya telah sangat tua.
“Pohonnya sudah lapuk. Tidak ada hujan, roboh karena kondisi pohon sudah rapuh,” kata Rusik kepada wartawan.
Akibat dari kejadian tersebut, bagian rumah Rusik yang terdampak cukup parah. Garasi, dua kamar tidur, dan dapur rumah rusak parah, ditambah dengan sejumlah perabot rumah tangga dan dua unit sepeda motor yang juga tertimpa pohon.
Beberapa peralatan elektronik pun rusak akibat ambruknya pohon yang berukuran sangat besar tersebut.
“Pohonnya berdiameter lebih dari 6 meter dan tingginya lebih dari 40 meter,” ujar Rusik.
Meski kondisi pohon sudah mengkhawatirkan, warga setempat enggan menebangnya karena pohon pule tersebut dianggap keramat.
Dulu, pohon itu menjadi tempat punden, tempat meletakkan sesaji oleh warga sekitar sebagai bagian dari kepercayaan mereka.
“Pohon itu dulu digunakan untuk tempat punden, jadi orang-orang sini takut untuk menebangnya,” tambah Rusik.
Saat kejadian, istri Rusik, Layem, tengah berada di dalam rumah bersama cucunya. Layem mengaku sangat terkejut ketika mendengar suara keras disertai dengan genting yang pecah dan potongan kayu beterbangan. Beruntung, meskipun kejadian itu sangat mengerikan, tidak ada korban jiwa.
“Ya takut, tapi setelah kejadian itu, sebelumnya kan tidak ada tanda-tanda. Hanya malam sebelumnya sempat hujan deras,” kata Layem.
Kepala Desa Bekiring, Agus Santosa, membenarkan bahwa pohon tersebut memang sudah tua dan dalam kondisi rapuh.
Ia juga menyebutkan bahwa pohon itu sempat tersambar petir beberapa waktu lalu. Meskipun sudah direncanakan untuk dipotong, kepercayaan warga yang mengkeramatkan pohon itu membuat rencana tersebut tidak terlaksana.
“Pohon ini sudah lama, dan beberapa waktu lalu sempat tersambar petir. Warga memang sudah berencana untuk menebangnya, namun karena kepercayaan terhadap pohon ini, akhirnya dibiarkan saja hingga akhirnya roboh,” jelas Agus Santosa.
Saat ini, warga setempat sedang bergotong royong membersihkan sisa batang pohon yang tumbang dengan bantuan aparat desa.
Pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk bantuan perbaikan rumah Rusik yang rusak akibat tertimpa pohon.
Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi pohon tua yang dapat membahayakan keselamatan warga, meskipun dihormati karena kepercayaan lokal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















