
Banjir diduga kuat terjadi karena buruknya sistem drainase kota. Selokan yang ada tak mampu menampung volume air hujan, sehingga air meluap ke jalanan.
Genangan air dengan ketinggian antara 20–30 cm masih terlihat hingga pukul 15.50 WIB dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, karena kendaraan terpaksa melaju pelan atau memutar arah.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Sampang, Muhammad Zis, mengakui bahwa program pembersihan gorong-gorong di wilayah perkotaan memang belum dilakukan.
“Iya, Mas, ada (program pembersihan) tapi belum dilaksanakan. Dan itu sekarang jadi atensi saya,” ujar Zis singkat.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase kota agar kejadian serupa tidak terulang. Terlebih saat ini curah hujan di wilayah Madura cenderung meningkat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














