Pemkab Bogor Perkuat Langkah Penanganan DBD Melalui PSN

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa penggunaan insektisida secara berlebihan justru bisa menimbulkan resistensi pada nyamuk, sehingga ke depan penanganannya bisa menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, fogging dilakukan terbatas pada radius 200 meter dari kasus positif yang sudah melalui proses kajian medis.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di pagi dan sore hari, di mana nyamuk Aedes aegypti paling aktif menggigit. Kebiasaan menjaga daya tahan tubuh, kebersihan lingkungan, dan penggunaan pelindung diri seperti kelambu atau lotion anti nyamuk menjadi bagian dari upaya pencegahan.

BACA JUGA :  Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang

“Banyak kasus DBD terjadi pada anak-anak, dan kemungkinan besar tertular saat di sekolah atau bermain pagi hari. Jadi perhatian terhadap kondisi anak saat aktivitas di luar rumah sangat penting,” ujarnya.

Ia bersama tim terus melakukan pemantauan intensif terhadap peningkatan kasus di tiap kecamatan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas lokal, untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Masuk Rumah Setelah Gempa, Kenali Tanda-Tanda Bangunan Berbahaya

“PSN adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tutupnya. (* / Gistin Iliyyin)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================