Viral! Pria Menyamar Jadi Perempuan dan Salat di Ruang Jamaah Wanita Masjid Islamic Center Mataram

Viral! Pria Menyamar Jadi Perempuan dan Salat di Ruang Jamaah Wanita Masjid Islamic Center Mataram

BOGORTODAY.COM – Sebuah video mengejutkan memperlihatkan aksi seorang pria muda yang menyamar sebagai perempuan dan memasuki ruang salat wanita di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC), Kota Mataram, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 12.50 WITA.

Dalam rekaman video yang beredar luas, pria tersebut tampak mengenakan mukena dan masker sambil berada di saf perempuan. Aksinya segera menarik perhatian pihak keamanan masjid yang curiga terhadap postur tubuh dan gerak-geriknya.

Setelah dihampiri, salah satu satpam langsung memegang kerah pria itu, memukul wajahnya, lalu membantingnya ke lantai dalam aksi yang menyerupai gerakan “smackdown.” Setelah pria tersebut roboh, masker di wajahnya dilepas, memperlihatkan identitas aslinya sebelum diamankan oleh petugas.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

“Panggil laki-laki lainnya di sebelah jangan hanya sendiri. Ini ada laki-laki menyamar sebagai perempuan,” ujar seorang perempuan dalam video tersebut, yang dikutip dari akun Instagram @infomamuju_, Selasa (15/4/2025).

Diketahui, pria tersebut bernama Farhan Rifqi Yulianta (20), seorang mahasiswa semester IV Jurusan Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Ia merupakan warga Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut keterangan dari Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Farhan telah diamankan oleh pihak Polsek Selaparang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dia mengaku mendengar bisikan gaib yang menyuruhnya salat di ruang salat perempuan di Masjid Hubbul Wathan IC,” ujar AKP Regi.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Mukena yang digunakan Farhan ternyata ia bawa dari kampusnya sebelum menuju ke Islamic Center. Aksinya diketahui setelah pihak keamanan memantau gelagat mencurigakan yang tidak sesuai dengan jamaah perempuan lainnya.

Pihak kepolisian masih mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku. Meski mengaku mendapatkan “bisikan gaib”, aparat akan memastikan apakah pernyataan tersebut berdasar gangguan psikologis atau hanya alasan untuk menghindari proses hukum.

Peristiwa ini menuai beragam reaksi di media sosial, sebagian besar mengecam tindakan penyamaran tersebut karena dianggap meresahkan dan mencemarkan kesucian tempat ibadah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================