
Pertemuan perdana yang telah digelar disebut oleh Gedung Putih sebagai “positif dan konstruktif”. Pertemuan kedua antara kedua negara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 April mendatang.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kedua pihak sudah “sangat dekat dengan dasar untuk bernegosiasi,” memberi harapan akan potensi deeskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, kecaman terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza terus berdatangan dari berbagai pihak internasional.
Meski begitu, Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi militernya yang oleh banyak pengamat dan organisasi hak asasi manusia disebut sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina.
Korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di wilayah Gaza terus meningkat, menambah derita bagi masyarakat sipil yang terjebak dalam konflik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















