
Mahkota Binokasih Sanghyang Paké adalah peninggalan penting dari masa kejayaan Kerajaan Galuh dan Sunda. Mahkota ini dibuat pada masa pemerintahan Prabu Bunisora Suradipati (1337–1375 M), salah satu raja besar dari Kerajaan Galuh. Pembuatan mahkota ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan simbol legitimasi kekuasaan yang suci dan sakral dalam tradisi Hindu-Buddha Sunda kala itu.
Mahkota ini pertama kali digunakan untuk menobatkan Prabu Niskala Wastu Kancana, putra Prabu Linggabuana, yang gugur dalam Perang Bubat. Terbuat dari emas 18 karat dan dihiasi dengan batu-batu permata seperti giok dan batu alam lokal lainnya, desain mahkota ini terinspirasi dari Mahkota Dewa Indra dalam mitologi Hindu.
Perjalanan Mahkota dari Pajajaran ke Sumedang Larang
Ketika Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) menyatukan Galuh dan Sunda menjadi Kerajaan Pajajaran, Mahkota Binokasih menjadi simbol resmi penobatan raja-raja Sunda. Namun, kejayaan Pajajaran berakhir pada tahun 1579 setelah diserang oleh gabungan pasukan dari Kesultanan Banten, Cirebon, dan Demak.
Untuk menyelamatkan pusaka-pusaka kerajaan, termasuk Mahkota Binokasih, empat patih Pajajaran—Sayang Hawu, Terong Peot, Nangganan, dan Kondang Hapa—membawanya ke Sumedang Larang. Di sana, mahkota ini diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun, raja Sumedang Larang, pada tahun 1578. Penyerahan ini dianggap sebagai penegasan bahwa Sumedang Larang adalah penerus sah Kerajaan Sunda Pajajaran.
Menjadi Simbol Legitimasi dan Pelestarian
Mahkota Binokasih menjadi simbol legitimasi dan kesinambungan kekuasaan raja-raja Sunda. Meskipun Sumedang Larang kemudian bergabung dengan Mataram Islam, mahkota ini tetap dijaga sebagai warisan budaya dan identitas kerajaan.
Keberadaan Mahkota saat ini
Saat ini, Mahkota Binokasih disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Mahkota ini menjadi salah satu koleksi utama museum tersebut dan simbol kebanggaan masyarakat Sunda. Meski usianya sudah lebih dari 600 tahun, kondisinya masih terjaga dengan baik.
(Ham)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














