
Jawabannya bisa, tapi dengan catatan. Mendinginkan atau membekukan pisang memang bisa memperpanjang masa simpannya.
Namun, jangan langsung memasukkan pisang mentah ke kulkas, karena suhu dingin akan menghentikan proses pematangan dan menyebabkan apa yang disebut sebagai “cedera suhu dingin” (chilling injury). Akibatnya, pisang bisa terasa pahit dan kulitnya menghitam.
Jika Anda menyimpan pisang matang di kulkas, kulitnya mungkin akan berubah warna menjadi lebih gelap, tapi bagian dalamnya tetap bisa dikonsumsi.
Bisakah Pisang Dibekukan?
Tentu bisa! Pisang bahkan sangat cocok dibekukan, apalagi jika Anda ingin menggunakannya nanti untuk smoothie, kue, atau camilan dingin. Berikut cara membekukan pisang dengan benar:
- Tunggu hingga pisang benar-benar matang.
- Kupas dan iris pisang sesuai kebutuhan.
- Letakkan irisan di atas loyang yang dilapisi kertas roti dan bekukan hingga keras.
- Setelah beku, pindahkan ke dalam wadah tertutup atau kantong plastik untuk disimpan di freezer.
Dengan cara ini, pisang bisa bertahan di freezer hingga beberapa bulan.
Tips Menyimpan Pisang agar Tidak Cepat Lembek dan Menghitam
Untuk menjaga kualitas dan kesegaran pisang, perhatikan tips-tips berikut:
- Hindari sinar matahari langsung dan sumber panas seperti kompor. Suhu tinggi akan mempercepat pematangan pisang.
- Jangan letakkan pisang di tempat yang memberi tekanan pada buah. Tekanan dapat menyebabkan memar dan munculnya bintik-bintik cokelat.
- Simpan pisang terpisah dari buah lain seperti apel, alpukat, pir, dan persik. Buah-buahan ini melepaskan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan pisang.
- Jaga suhu penyimpanan di kisaran 12°C (sekitar 54°F). Ini adalah suhu ideal agar pisang tetap segar lebih lama.
- Jangan menyimpan pisang dalam wadah atau kantong plastik tertutup. Kondisi lembap akan mempercepat proses pembusukan.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa menikmati pisang yang lebih segar dan tahan lama, serta mengurangi pemborosan makanan akibat buah yang terlalu cepat rusak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















