Kecelakaan Tragis Usai Tradisi Nyongkolan di Lombok Tengah, 5 Tewas dan 11 Luka Berat

BOGORTODAY.COM – Duka mendalam menyelimuti warga Lombok Tengah usai kecelakaan maut terjadi di depan SMP Negeri 5 Batukliang, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, pada Minggu malam (20/4/2025).

Sebuah mobil pikap yang membawa rombongan warga pulang dari tradisi Nyongkolan mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dan menewaskan lima orang, serta melukai 11 penumpang lainnya secara serius.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 19.20 WITA di Jalan Umum Jurang Ripin, sebuah jalur yang sering dilalui masyarakat untuk kegiatan budaya dan harian.

Mobil pikap tersebut diketahui mengangkut belasan penumpang, sebagian besar remaja, yang baru saja mengikuti acara Nyongkolan, yaitu tradisi adat Sasak dalam rangkaian prosesi pernikahan.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.

BACA JUGA :  BYD Berani Tanggung Kerugian Kecelakaan Saat Fitur Autopilot Aktif, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia

“Peristiwa ini terjadi pukul 19.20 Wita di Jalan Umum Jurang Ripin, Desa Barebali, Kecamatan Batukliang. Kami masih melakukan pendalaman terkait identitas sopir dan korban jiwa,” jelas Brata kepada awak media.

Imbauan Tegas: Hindari Mobil Bak Terbuka untuk Angkut Orang

Meskipun penggunaan mobil pikap dalam acara adat sudah menjadi kebiasaan, Brata kembali menegaskan bahwa mobil bak terbuka tidak dirancang untuk mengangkut penumpang.

Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk mulai meninggalkan kebiasaan ini demi keselamatan bersama.

“Ini memang fenomena yang sulit karena sudah dianggap sebagai tradisi. Tetapi, kami dari kepolisian tetap mengimbau, demi keselamatan, jangan gunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Bangga, Panda Pertama Indonesia Lahir di Kabupaten Bogor

Tradisi yang Menelan Korban

Insiden ini kembali membuka wacana tentang keamanan dalam pelaksanaan tradisi adat. Nyongkolan, yang semestinya menjadi momen kebahagiaan, justru berujung tragedi karena kelalaian terhadap aspek keselamatan.

Sementara itu, para korban luka telah dilarikan ke fasilitas medis terdekat dan masih dalam perawatan intensif. Pihak keluarga dan warga sekitar pun turut membantu proses evakuasi dan memberikan dukungan kepada para korban.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan, tanpa mengurangi kekayaan budaya yang dimiliki. Aparat kepolisian berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi tradisi dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================